SELAMAT TAHUN BARU 2026
Refleksi Pergantian Tahun 2025 ke 2026
Banyak dari kita merasa hari berlalu begitu cepat. Baru pagi, tahu-tahu sudah malam. Masuk hari senin, tahu-tahu sudah hari jum'at. Perasaan kemarin baru masuk bulan Januari, tahu-tahu sekarang sudah Desember, dan seterusnya.
Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tahun demi tahun seolah meluncur laksana anak panah yang dilepaskan dari busurnya.
Perubahan waktu ini jika tidak segera disikapi dengan benar akan membuat manusia terjebak dalam situasi rutinitas yang tidak produktif dan bisa membahayakan.
Imam Ali pernah mengingatkan kita, "waktu itu ibarat pedang, jika tidak hati-hati memanfaatkannya, ia bisa melukai kita."
Cepatnya perubahan waktu yang terasa adalah peringatan lembut dari Allah agar manusia tidak larut dalam kelalaian, tetapi kembali menyadari tujuan hidupnya.
Allah SWT menciptakan manusia sesungguhnya punya dua peran yaitu sebagai 'abid (hamba) dan pemimpin (khalifah).
Pertama, manusia sebagai hamba. Disini peran manusia adalah sebagai hamba Allah SWT. yang harus taat dan patuh terhadap segala perintah Allah.
Dalam QS adz-Dzariyat ayat 56 disebutkan, "dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku."
Beribadah berarti mengabdi. Artinya melayani tuannya, yaitu Allah SWT. Apa yang menjadi perintah harus dikerjakan dan apa yang menjadi larangan harus ditinggalkan.
Kedua, manusia sebagai pemimpin (khalifah). Dalam peran ini, manusia bertugas untuk bisa memakmurkan bumi, mengurus dan mengelola bumi agar bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Kembali kepada masalah perubahan waktu yang terasa cepat. Pertanyaannya adalah, mengapa ini bisa terjadi?
Beberapa penyebab perasaan itu muncul adalah karena manusia terlalu sibuk dengan urusan dunia. Hiruk pikuk dunia dengan segala isinya membuat manusia sibuk luar biasa. Segala sesuatu dikejar demi mendapatkan rasa bahagia. Celakanya adalah ukuran kebahagiaan seringnya ditandai dengan hal-hal duniawi semata.
Seberapa banyak harta benda (uang, kendaraan dan aset) yang berhasil dikumpulkan. Seberapa tinggi jabatan yang ia duduki dan seberapa besar penghargaan orang sekitar terhadap dirinya. Inilah yang membuat manusia terus terusan sibuk dengan urusan dunia.
Sebab lainnya adalah karena jarang mengingat Allah. Kurangnya mengingat atau dzikir kepada Allah menyebabkan lepasnya kesadaran akan ketergantungan manusia kepada Allah SWT. Seolah dirinya yang menjadi aktor dalam hidup ini tanpa peran dari Allah SWT.
Jika ini terjadi, maka manusia akan terjebak dalam kesombongan diri. Dan pada titik tertentu ia akan merasa jenuh sehingga waktu terasa berlalu begitu cepat.
Dan sebab ketiga adalah karena ia menjalani hidup tanpa makna batin. Rutinitas lahir yang dilalui tanpa kesadaran hadirnya Tuhan menciptakan kondisi psikologis yang buruk. Sehingga ia merasa semua berjalan seperti robot, rutinitas tak bermakna dan cepat berlalu tanpa kendali jiwa. Hampa terasa dan nihil makna.
Imam Al-Ghazali mengingatkan, “Manusia akan menyesal karena waktu yang berlalu tanpa ketaatan.” Begitupun Ibn ‘Athaillah As-Sakandari menasihati, “Waktu adalah hidupmu. Jika ia berlalu tanpa Allah, maka hilanglah hidupmu.”
Bahkan Imam Hasan Al-Bashri juga mengatakan, “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap hari berlalu, berkuranglah dirimu.” dan "Siapa yang menjaga waktunya, Allah akan menjaga hidupnya.”
Para ulama memandang waktu sebagai modal utama. Bukan panjangnya umur yang penting, tetapi bagaimana waktu itu diisi dengan kebaikan dan ingat kepada Allah. Inilah waktu yang berkah, yaitu yang bisa menjadi media kebaikan dan ketaatan.
Lantas bagaimana menjaga waktu kita agar selalu berkah?
Pertama, niatkan setiap aktivitas hidup kita karena Allah. Kedua, perbanyak dzikir, meski singkat tapi rutin dalam situasi apapun. Ketiga, jangan menunda taubat dan amal kebaikan. Dan keempat, senantiasa meluangkan waktu untuk muhasabah atau introspeksi diri.
Selamat tinggal tahun 2025. Selamat datang tahun 2026.
Semoga di tahun 2026 ini bisa menjadi lebh baik dan lebih dekat lagi kepada Allah SWT.
Aamiin...
#catatanabwah

Komentar
Posting Komentar