Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia.
Sejarah peringatan hari ibu di Indonesia diawali dari peristiwa kongres perempuan Indonesia pertama pada tanggal 22-25 Desember 1928.
Pada kongres perempuan Indonesia yang ketiga di tahun 1938 ditetapkanlah tanggal 22 Desember sebagai hari ibu di Indonesia. Sejak saat inilah setiap tahun peringatan hari ibu secara nasional diperingati sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada para ibu.
Ibu: manusia yang mulia
Membicarakan sosok ibu pastilah tidak akan ada habisnya. Apalagi kalau yang dibahas adalah tentang jasa-jasa yang telah diberikan kepada anaknya.
Sepertinya lembaran-lembaran kertas yang kita miliki tidak akan cukup untuk mencatat jasa-jasa dan kebaikan-kebaikan yang Ibu berikan.
Dalam sebuah kesempatan, seorang ustadz bertanya kepada jama'ahnya, "Mampukah Allah SWT menciptakan kita semua secara langsung sebagaimana penciptaan Nabi Adam AS.?"
Jama'ah serentak menjawab: "mampu..."
Lantas mengapa Allah tidak melakukannya dan justru menurunkan manusia setelah Nabi Adam melalui proses kehamilan dan kelahiran yang dijalani ibu.
Ustadz kemudian menjelaskan, ini terjadi karena Allah SWT memuliakan wanita, khususnya sosok seorang ibu.
Ibu kita dijadikan sebagai perantara Allah SWT dalam menurunkan manusia ke alam dunia.
Bersamaan dengan itu Allah SWT juga meniupkan sifat rahim-Nya kepada ibu, sehingga seorang ibu begitu sayang dan mencintai anak-anaknya.
Kasih sayang tanpa pamrih barangkali menjadi ungkapan yang cocok diberikan kepada ibu. Ini dengan tidak bermaksud mengesampingkan kasih sayang seorang ayah.
Faktanya adalah, seorang ibu merasa bahagia kalau anak-anaknya bahagia. Dan sebaliknya, merasa sedih dan selalu berlinang air mata kalau melihat anak-anaknya tidak bahagia.
Seorang ibu rela menahan rasa lapar asalkan anak-anaknya merasa kenyang. Bahkan seorang ibu rela mempertaruhkan nyawanya demi kehidupan anaknya seperti yang nampak dalam proses kelahiran.
Besarnya jasa dan peran Ibu inilah yang menjadikan Nabi Muhammad Saw pernah bersabda bahwa surga itu berada dibawah telapak kaki seorang ibu.
Ibu adalah guru pertama seorang manusia. Perilaku dan tata nilai yang ada pada seseorang ditentukan oleh bagaimana perilaku dan perlakuan Ibu kepadanya.
Maka, apa yang bisa kita berikan kepada ibu sebagai bentuk setitik balas jasa. Pastinya tidak akan bisa kita membalas jasa ibu kita.
Namun, upaya maksimal yang kita lakukan dalam bentuk perhatian dan rasa sayang kepada mereka adalah wujud bahwa kita ingin berbakti kepada orang tua khususnya ibu.
Ada satu hal yang jangan pernah kita tinggalkan dalam rangka bakti kepada ibu, yaitu mendoakannya. Ibu (dan ayah) kita akan bahagia jika melihat anak-anaknya menjadi anak yang sholih. Salah satu indikator keshalihan seorang anak adalah doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT untuk ibu dan ayahnya.
Semoga di sisa usia yang Allah SWT berikan, ibu kita bisa menjalaninya dengan baik dan penuh ketenangan. Allah SWT berikan kesehatan lahir dan batin untuk bekal ibadah untuk meraih husnul khotimah.
Aamiin ya rabbal 'alamin...
"SELAMAT HARI IBU" untuk ibu yang mulia!
Jasa-jasamu sungguh tak terbalaskan oleh kami anak-anakmu...
#catatanabwah

Komentar
Posting Komentar