Langsung ke konten utama

Postingan

PANTUN RAMADHAN 1447 H.

  Pantun Ramadhan 1447 H. MELANGITKAN TAAT MEMBUMIKAN ADAB  Ramadhan menjadi momentum spesial bagi seorang muslim untuk memperbaiki hidup agar lebih baik lagi. Dengan kata kunci TAQWA. Melangitkan taat artinya mempersembahkan ketaatan seorang hamba hanya kepada Allah SWT. Dan membumikan adab berarti, nilai-nilai kebaikan hidup yang dianugerahkan Allah SWT kepada hambanya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai kebaikan hidup yang bersumber dari cahaya Allah inilah ADAB. Adab bukan hanya dalam catatan kertas atau aturan-aturan normatif yang disepakati bersama, tapi harus 'mewujud' dalam realitas kehidupan sehari-hari. Inilah hakikat orang yang bertaqwa. Pantun-pantun ramadhan berikut ini berupaya untuk menggambarkan bagaimana relasi ketaatan dan keadaban dalam kehidupan.  Semoga bermanfaat... Pantun Ramadhan 1447 H. Sahabat pergi naik unta  Untanya besar dinaiki berdua  Ramadhan di depan mata Semoga Allah berikan usia |1| Daftar kuliah ke UNISBA Di Ko...
Postingan terbaru

DILEMA MBG DI BULAN PUASA

  DILEMA MBG DI BULAN PUASA  Oleh Abdul Wahid  Ramadhan 1447 H semakin dekat, hiruk pikuk dan berita terkait bulan ramadhan semakin sering kita dengar. Di media sosial (medsos) lebih masif lagi. Postingan dan tayangan video-video pendek tentang ramadhan berseliweran di laman-laman online. Diantara berita yang menarik adalah tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap diberikan selama bulan Ramadhan. Seperti yang kita ketahui, pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya melaksanakan program MBG untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tercatat sudah ada sekitar 22 ribu lebih Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sampai bulan Januari 2026 dan telah menjangkau sekitar 60 juta lebih penerima manfaat. Permasalahannya adalah jika pelaksanaan MBG bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, muncul kekhawatiran yang cukup beralasan, yaitu apakah kehadiran makanan di sekolah justru akan menggoda dan meningkatkan kecenderungan pelajar untuk tidak berpuasa? Dengan kata...

Selamat Tahun Baru 2026

SELAMAT TAHUN BARU 2026 Refleksi Pergantian Tahun 2025 ke 2026 Banyak dari kita merasa hari berlalu begitu cepat. Baru pagi, tahu-tahu sudah malam. Masuk hari senin, tahu-tahu sudah hari jum'at. Perasaan kemarin baru masuk bulan Januari, tahu-tahu sekarang sudah Desember, dan seterusnya. Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tahun demi tahun seolah meluncur laksana anak panah yang dilepaskan dari busurnya. Perubahan waktu ini jika tidak segera disikapi dengan benar akan membuat manusia terjebak dalam situasi rutinitas yang tidak produktif dan bisa membahayakan. Imam Ali pernah mengingatkan kita, "waktu itu ibarat pedang, jika tidak hati-hati memanfaatkannya, ia bisa melukai kita." Cepatnya perubahan waktu yang terasa adalah peringatan lembut dari Allah agar manusia tidak larut dalam kelalaian, tetapi kembali menyadari tujuan hidupnya. Allah SWT menciptakan manusia sesungguhnya punya dua peran yaitu sebagai 'abid (hamb...

JASAMU TAK TERBALASKAN

  JASAMU TAK TERBALASKAN Refleksi Hari Ibu  Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia.  Sejarah peringatan hari ibu di Indonesia diawali dari peristiwa kongres perempuan Indonesia pertama pada tanggal 22-25 Desember 1928. Pada kongres perempuan Indonesia yang ketiga di tahun 1938 ditetapkanlah tanggal 22 Desember sebagai hari ibu di Indonesia. Sejak saat inilah setiap tahun peringatan hari ibu secara nasional diperingati sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada para ibu. Ibu: manusia yang mulia  Membicarakan sosok ibu pastilah tidak akan ada habisnya. Apalagi kalau yang dibahas adalah tentang jasa-jasa yang telah diberikan kepada anaknya. Sepertinya lembaran-lembaran kertas yang kita miliki tidak akan cukup untuk mencatat jasa-jasa dan kebaikan-kebaikan yang Ibu berikan. Dalam sebuah kesempatan, seorang ustadz bertanya kepada jama'ahnya, "Mampukah Allah SWT menciptakan kita semua secara langsung sebagaimana penciptaan Nabi Adam AS...

ADAB DIATAS ILMU

  ADAB DIATAS ILMU  Diantara sebab kemuliaan para ulama zaman dulu adalah mereka sangat memperhatikan adab. Adab terhadap orang tua, kepada guru dan kepada segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu.  Ada cerita inspiratif yang menggambarkan betapa seorang ulama besar begitu menjunjung tinggi adab. Beliau adalah Imam Malik, seorang ulama besar, satu dari empat ulama madzhab dalam Islam yang termasyhur. Kisah imam Malik dan imam Syafi'i Saat imam Syafi'i melihat para murid imam Malik memberikan hadiah kuda-kuda yang bagus... Imam Syafi'i kemudian memuji kuda-kuda yang bagus tersebut.. "Alangkah bagusnya kaki-kaki kuda itu." Imam Malik kemudian berkata, "Kuda-kuda ini aku hadiahkan kepadamu." Imam Syafi'i menimpali, "bukan itu maksudku, aku hanya memuji kuda-kuda yang bagus itu." Imam Malik kembali berkata, "Aku malu naik kuda diatas tanah kota Madinah, yang dibawahnya ada jasad rasulullah Saw... Sungguh adab yang luar biasa dari seorang...

KETERGESA-GESAAN

  KETERGESA-GESAAN Pandangan Imam Hatim Al-Asham tentang Ketergesa-gesaan yang dibenarkan Dalam kehidupan modern yang serba cepat, manusia sering terjebak dalam pola hidup yang tergesa-gesa. Hampir setiap aktivitas menuntut penyelesaian instan, bekerja ingin hasilnya cepat, belajar ingin cepat pandai, makan ingin segera dinikmati, sehingga ketenangan dan kehati-hatian sering terabaikan. Padahal sesungguhnya kunci kenikmatan sesuatu adalah dalam prosesnya. Dalam tradisi Islam, para ulama telah memberikan perhatian besar terhadap bahaya ketergesa-gesaan.  Ketergesa-gesaan sesungguhnya wujud dari ketidaksabaran, ia mengabaikan proses dan prosedur. Proses yang seharusnya dilalui dan dinikmati kemudian dilewati. Kuantitas lebih dipentingkan dari pada kualitas.  Begitupun dalam kehidupan sehari-hari, ketergesa-gesaan adalah sesuatu yang harus dihindari. Aktifitas kehidupan yang kita jalankan haruslah dikerjakan dengan tenang dan mengikuti pola yang semestinya dilakukan. Mem...

EKOTEOLOGI

EKOTEOLOGI Ekoteologi: Refleksi Dari Bencana Banjir Bandang Sumatera Ekoteologi merupakan diksi yang berasal dari dua kata, ekologi dan teologi. Keduanya memiliki makna yang berbeda. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang lingkungan. Sedangkan teologi adalah ilmu yang membahas tentang ketuhanan. Saat digabung menjadi ekoteologi, makna yang muncul adalah ilmu atau pemahaman tentang lingkungan alam yang disambungkan dengan keyakinan bahwa lingkungan alam tersebut adalah ciptaan Tuhan yang dititipkan kepada manusia. Secara praktis dalam kehidupan, implementasi ekoteologi ini nampak ketika manusia sebagai hamba-Nya memanfaatkan alam dan seisinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tetap menjaga kelestariannya. Dalam Islam, manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki dua fungsi, yaitu sebagai hamba ('abd) dan pemimpin (khalifah). Manusia sebagai hamba bermakna mengabdikan hidupnya untuk Allah SWT dengan jalan mematuhi segala perintah dan menghindari segala larangan. Manusia se...