Pantun Ramadhan 1447 H.
MELANGITKAN TAAT MEMBUMIKAN ADAB
Ramadhan menjadi momentum spesial bagi seorang muslim untuk memperbaiki hidup agar lebih baik lagi. Dengan kata kunci TAQWA.
Melangitkan taat artinya mempersembahkan ketaatan seorang hamba hanya kepada Allah SWT. Dan membumikan adab berarti, nilai-nilai kebaikan hidup yang dianugerahkan Allah SWT kepada hambanya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai kebaikan hidup yang bersumber dari cahaya Allah inilah ADAB. Adab bukan hanya dalam catatan kertas atau aturan-aturan normatif yang disepakati bersama, tapi harus 'mewujud' dalam realitas kehidupan sehari-hari. Inilah hakikat orang yang bertaqwa.
Pantun-pantun ramadhan berikut ini berupaya untuk menggambarkan bagaimana relasi ketaatan dan keadaban dalam kehidupan.
Semoga bermanfaat...
Pantun Ramadhan 1447 H.
Sahabat pergi naik unta
Untanya besar dinaiki berdua
Ramadhan di depan mata
Semoga Allah berikan usia
|1|
Daftar kuliah ke UNISBA
Di Kota Bandung lokasinya
Alhamdulillah ramadhan telah tiba
Perbanyak amal ibadah didalamnya
|2|
Kolak pisang manis terasa
Saat buka bersama harus dibawa
Ramadhan, Allah wajibkan puasa
Agar kita jadi orang bertaqwa
|3|
Buka puasa makannya sayur
Sayur disimpan dalam rantang
Buahnya puasa adalah jujur
Jujur membuat hatimu tenang
|4|
Berwisata ke pantai Pangandaran
Pergi dengan pasangan berduaan
Puasa melatih kesabaran
Agar tahan terhadap godaan
|5|
Anak-anak bermain di halaman
Asyik main kucing-kucingan
Ramadhan bulan Al-Qur'an
Perbanyak waktu untuk tadarusan
|6|
Murid di kelas tidur pulas
Saat guru sedang mengajar
Puasa ramadhan melatih ikhlas
Hanya ridho Allah yang dikejar
|7|
Pergi belanja ke Toko Borma
Beli sabun dan sikat gigi
Ramadhan melatih peduli pada sesama
Dengan saling memberi dan berbagi
|8|
Depan gerbang ada taman
Ada melati, cemara dan mawar
Ramadhan bulan ampunan
Segerakan taubat perbanyak istighfar
|9|
Masjidil Haram di Mekkah
Masjid Nabawi di Madinah
Biar hidup gak hilang arah
Bulan Ramadhan perbanyak tilawah
|10|
Kucing bermain lari berkejaran
Tingkahnya lucu majikannya sayang
Puasa ramadhan melatih kejujuran
Untuk meraih hidup yang tenang
|11|
Ibu-ibu membawa rantang
Isinya nasi dan sayur untuk dimakan
Tidak penting kapan mati itu datang
Pahala yang dibawa lebih dipentingkan
|12|
Ibu-ibu belanja minta tambahan
Barangnya jelek minta dikembalikan
Ramadhan bulan keberkahan
Pahala sedekah dilipatgandakan
|13|
Nelayan ke laut mencari ikan
Pancing dan jala ditebarkan
Sungguh banyak nikmat yang Allah berikan
Manusia lebih sering melupakan
|14|
Mau ke undangan ibu-ibu berdandan
Memakai bedak biar tampak mulus
Banyak orang yang berpuasa ramadhan
Dia hanya dapat rasa lapar dan haus
|15|
Sore hari pedagang berjualan
Orang ngabuburit sambil jalan-jalan
Ramadhan sudah setengah jalan
Kuatkan niat tingkatkan amalan
|16|
Pedagang jualan dipinggir jalan
Pembeli antri berdesakan
Ramadhan Allah turunkan Al-Qur'an
Untuk dibaca dan diamalkan
|17|
Bunga melati harum aromanya
Tumbuh di taman putih warnanya
Ambil untuk duniamu seperlunya
Kejar untuk akhiratmu sepenuhnya
|18|
Jalan-jalan ke Kota Medan
Perginya di akhir pekan
Ramadhan ada Nuzulul Qur'an
Saat Al-Qur'an pertama diturunkan
|19|
Main layang-layang saat sore
Terbang tinggi menembus awan
Puasa ramadhan adalah latihan diri
Menahan segala nafsu dan godaan
|20|
Ke apotek membeli obat
Sekali makan jumlahnya empat
Mari segera kita bertobat
Bulan ramadhan saat yang tepat
|21|
Sholat tarawih jama'ah berdesakan
Rapatkan shaf luruskan barisan
Lailatul Qadar malam kemuliaan
Lebih baik dari seribu bulan
|22|
Tiba di swalayan motor diparkir
Biar aman kunci ganda dipasangkan
Ramadhan sudah sepertiga terakhir
Masjid ramai i'tikaf dijalankan
|23|
Makan sahur dengan telur dadar
Makan bareng ciptakan kenikmatan
Mari kita jemput Lailatul Qadar
Dengan i'tikaf dzikir dan tilawah Al-Qur'an
|24|
Batu kerikil di jalanan berserakan
Biar nyaman jalannya pakai sandal
Lailatul Qadar akan diberikan
Hadiah atas kesungguhan beramal
|25|
Beli takjil di Pasar Andir
Saat maghrib langsung dimakan
Ramadhan hampir berakhir
Zakat fitrah segera tunaikan
|26|
Buah pisang masak setandan
Pisang dipetik untuk dimakan
Tak terasa di ujung ramadhan
Amal ibadah harus ditingkatkan
|27|
Komandan pasukan gagah berwibawa
Pimpin barisan lurus tertata
Zakat fitrah menyucikan jiwa
Zakat maal membersihkan harta
|28|
Jalan-jalan ke Bengkulu
Ongkosnya ditraktir jadi malu
Sedih ramadhan hampir berlalu
Ibadah sebatas angan-angan melulu
|29|
Alun-alun ada di tengah kota
Tampak indah karena ada taman
Idul Fitri sudah didepan mata
Bersiap mudik ke kampung halaman
|30|
Taman indah tempat orang mampir
Semerbak harum bunga melati
Ramadhan di hari terakhir
Bahagia dan sedih terasa di hati

Komentar
Posting Komentar