Langsung ke konten utama


Abdul Wahid, S.Ag., M.S.I. : Menjadi Guru sebagai Panggilan Jiwa

Penulis: Yulia Herliani

Abdul Wahid lahir di Brebes, kota yang dikenal sebagai salah satu sentra telur asin, pada 21 Agustus 1974. Masa pendidikan dasar hingga menengah dijalaninya di kampung halaman. Setelah itu, ia merantau ke Bandung, Jawa Barat, untuk menempuh pendidikan tinggi di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan menyelesaikannya pada 1998.

Perjalanan akademiknya berlanjut ke jenjang magister di IAIN Walisongo Semarang. Program tersebut diselesaikannya pada 2009. Sejak awal, bidang Pendidikan Agama Islam menjadi ruang keilmuan yang dipilih dan ditekuninya.

Selepas menyelesaikan pendidikan di IAIN Sunan Gunung Djati, Abdul Wahid mulai memasuki dunia pendidikan secara profesional. Pada 2005, ia diterima sebagai Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di lingkungan Kementerian Agama Kota Bandung dan ditempatkan di SMKS Profita Bandung. Pada 2016, ia kemudian mengalami rotasi tugas ke SMAN 16 Bandung. Hingga kini, sekolah tersebut menjadi salah satu ruang utama bagi pengabdiannya sebagai seorang pendidik.

Abdul Wahid tinggal di Komplek Griya Mitra Posindo, Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung. Di tengah kesibukan sebagai guru, ia tetap menyisihkan waktu untuk dua kegemarannya: literasi dan badminton. Kecintaannya terhadap literasi pernah membawanya pada pengalaman sebagai penulis di sejumlah media. Beberapa tulisannya pernah dimuat di media cetak lokal, seperti Harian Pikiran Rakyat dan Harian Tribun. Tulisan-tulisan lainnya juga pernah dipublikasikan melalui media daring yang dikelola seorang kawannya.

Ia bahkan memiliki cerita sederhana tentang bagaimana beberapa tulisannya bisa tetap lahir dan terbit. Seorang kawan yang telah menyelesaikan pendidikan doktoral cukup rajin “mengejar-ngejar” dirinya agar terus menulis. Dorongan tersebut, meskipun disampaikan dengan cara yang sederhana, menjadi salah satu pemantik bagi Abdul Wahid untuk tetap menjaga hubungan dengan dunia literasi.

Di luar sekolah, aktivitas Abdul Wahid juga cukup dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari khutbah, pengajian, hingga ceramah dan kegiatan keislaman lainnya. Dunia pendidikan baginya tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan dan nilai-nilai yang dimiliki seorang guru juga memiliki ruang pengabdian yang luas di tengah masyarakat.

Perjalanan hidupnya telah membawanya pada kehidupan keluarga dengan tiga orang anak: dua perempuan dan satu laki-laki. Anak pertama telah menyelesaikan pendidikan S1, anak kedua sedang menempuh semester lima, sedangkan anak ketiga baru memasuki jenjang SMA. Perjalanan pendidikan anak-anaknya menjadi bagian lain dari pengalaman Abdul Wahid dalam memahami arti belajar dan mendidik.

Menariknya, menjadi guru Pendidikan Agama Islam bukanlah sesuatu yang tiba-tiba hadir dalam perjalanan hidup Abdul Wahid. Jauh sebelum ia menjadi guru secara formal, dunia pendidikan telah menjadi bagian dari kesehariannya. Ketika masih mahasiswa, ia sudah aktif mengajar ngaji. Taman Pendidikan Al-Qur’an Al-Hamid di Cicabe, Cicaheum, menjadi tempat pertama baginya belajar menjadi seorang pendidik.

Di tempat sederhana itulah perjalanan Abdul Wahid sebagai guru bermula. Ia mungkin belum memiliki berbagai atribut yang melekat pada profesi guru seperti sekarang, tetapi pengalaman mengajar ngaji tersebut menjadi semacam fondasi awal yang kemudian berkembang menjadi perjalanan panjang dalam dunia pendidikan.

Puluhan tahun kemudian, peran tersebut semakin melekat dalam kehidupannya. Di lingkungan tempat tinggal, para tetangga bahkan terbiasa memanggilnya dengan sebutan ustaz. Panggilan itu tidak semata-mata muncul dari gelar formal, tetapi dari kesehariannya yang dikenal sebagai guru agama sekaligus bagian dari kepengurusan DKM.

Bagi Abdul Wahid, mengajar dan mendidik bukan sekadar profesi untuk mencari penghidupan. Ada dimensi pengabdian yang jauh lebih dalam. Menjadi guru dipandangnya sebagai panggilan jiwa sekaligus bentuk pemenuhan kewajiban seorang hamba kepada Allah SWT.

Pandangan tersebut berangkat dari keyakinannya bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk membentuk manusia yang paripurna. Pendidikan tidak cukup dipahami sebagai proses memindahkan pengetahuan dari guru kepada peserta didik. Pendidikan seharusnya membantu manusia mengenali dirinya, memahami kehidupan, membangun hubungan dengan sesama, dan menyadari kehadiran Tuhan dalam perjalanan hidupnya.

Dalam perspektif Abdul Wahid, proses pendidikan juga tidak pernah berhenti pada batas-batas institusi formal. Sekolah memang menjadi salah satu tempat utama untuk belajar, tetapi kehidupan menyediakan ruang pembelajaran yang jauh lebih luas. Setiap peristiwa, pengalaman, perjumpaan, bahkan persoalan yang dihadapi manusia dapat menjadi bagian dari proses pendidikan.

Alam semesta pun dapat dibaca sebagai ruang belajar. Manusia tinggal membuka kesadaran, mengamati, bertanya, dan mengambil makna dari apa yang dialaminya. Dengan cara pandang seperti itu, pendidikan bukan hanya perkara mendapatkan ijazah atau mencapai jenjang akademik tertentu. Pendidikan merupakan proses sepanjang hayat untuk terus bertumbuh sebagai manusia.

Itulah sebabnya Abdul Wahid memandang belajar sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Selama seseorang masih ingin disebut manusia, selama itu pula ia seharusnya tidak berhenti belajar. Di mana pun berada, kapan pun waktunya, dan dengan siapa pun berinteraksi, selalu tersedia kemungkinan untuk menemukan sesuatu yang baru.

Bagi Abdul Wahid, belajar bukan hanya aktivitas intelektual. Belajar merupakan cara manusia menjaga dirinya agar tetap terbuka terhadap kehidupan. Dengan belajar, manusia tidak hanya mengumpulkan pengetahuan, tetapi juga mengasah kepekaan, memperluas pengalaman, dan memperdalam kesadaran akan dirinya serta Tuhannya.

Dari perjalanan tersebut, sosok Abdul Wahid memperlihatkan bahwa profesi guru dapat tumbuh dari pengalaman yang sederhana, bahkan dari sebuah aktivitas mengajar ngaji ketika masih menjadi mahasiswa. Seiring waktu, aktivitas tersebut berkembang menjadi pengabdian yang lebih luas di sekolah dan masyarakat.

Menjadi guru, bagi Abdul Wahid, bukan sekadar sebuah pekerjaan yang dijalani selama jam kerja. Ia merupakan jalan pengabdian yang telah berkelindan dengan perjalanan hidupnya selama puluhan tahun. Dari ruang kelas hingga lingkungan masyarakat, dari kegiatan mengajar hingga aktivitas keagamaan, semuanya menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk terus belajar sekaligus berbagi pengetahuan.

Pada titik inilah perjalanan Abdul Wahid sebagai guru menemukan maknanya, “Mengajar adalah cara mengabdi, mendidik adalah cara memanusiakan, dan belajar adalah cara menjaga manusia agar tetap menjadi manusia.”

E-mail: wahidnews@gmail.com
Blog: www.paabdulwahid.blogspot.com
Saluran WhatsApp: ABWAH Channel

Sumber tulisan> https://kelindankata.com/abdul-wahid-s-ag-m-s-i-menjadi-guru-sebagai-panggilan-jiwa/

Penulis:
Yulia Herliani lahir di Bandung, 31 Juli. Saat ini dia bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia di SMK Profita Kota Bandung. Tulisan-tulisannya sudah dipublikasi di beberapa media massa daring. Selain menjadi guru, Yulia sangat menikmati perannya sebagai istri dan ibu dari ketiga anaknya. Yulia dan keluarga tinggal di Kota Bandung.

https://kelindankata.com/abdul-wahid-s-ag-m-s-i-menjadi-guru-sebagai-panggilan-jiwa/

Komentar

Terpopuler

MATERI PAI SMA/SMK KELAS 10; KURIKULUM MERDEKA

MATERI POKOK PAI  SMA/SMK KELAS 10  KURIKULUM MERDEKA BUKU PAI KELAS 10 A. SEMESTER GANJIL | 1| Berkompetisi Dalam Kebaikan  (q.s. Al-Maidah ayat 48) Dan  Etos Kerja Dalam Islam (q.s. At-Taubah ayat 105) PPT KOMPETISI DALAM KEBAIKAN PPT Etos Kerja |2|  Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) PPT Syu'abul Iman (pengantar) |3| Mahabbah ( mencintai Allah), khauf, raja' dan tawakal PPT Mahabbah Khauf Roja Dan Tawakal VIDEO CERAMAH "KHAUF DAN ROJA'" |4| Sumber Hukum Islam: Al-Qur'an, al-Hadits dan Ijtihad  PPT Sumber Hukum Islam |5| Sejarah Masuknya Islam di Indonesia: Teori Masuknya Islam  GOOGLE EARTH PPT Sejarah Masuknya Islam di Indonesia B. SEMESTER GENAP | 1 | Menjauhi pergaulan bebas dan perbuatan zina (Q.s Al-Isra: 32 dan An-Nur: 2 serta hadits yang relevan) PPT Larangan Pergaulan Bebas ARTIKEL TENTANG LARANGAN PERGAULAN BEBAS | 2 |  Menghindari Akhlak Tercela (Foya-Foya, Riya, Sum'ah, Takabur dan Hasad)   PPT Berfoya-foya sumah hasud riya dan ...

MATERI POKOK PAI DAN BUDI PEKERTI SMA/SMK KELAS 12; KURIKULUM 2013

  Buku PAI dan Budi Pekerti Kelas 12 MATERI POKOK PAI DAN BUDI PEKERTI SMA/SMK KELAS 12 KURIKULUM 2013 A. SEMESTER GANJIL |1| Berpikir Kritis (q.s. Ali-Imran ayat 190-191) dan Bersikap Demokratis (q.s. Ali-Imran ayat 159) MATERI PEMBELAJARAN; PPT BERFIKIR KRITIS DAN BERSIKAP DEMOKRATIS pdf VIDEO PEMBELAJARAN; BERPIKIR KRITIS DAN BERSIKAP DEMOKRATIS |2| Iman Kepada Hari Akhir PDF materi iman pada Hari Akhir VIDEO PEMBELAJARAN; IMAN KEPADA HARI AKHIR |3| Pernikahan Dalam Islam MATERI PEMBELAJARAN; PPT MUNAKAHAT pdf MATERI PEMBELAJARAN; SIMULASI AKAD NIKAH |4| Strategi Dakwah dan Perkembangan Dakwah Islam di Indonesia B. SEMESTER GENAP | 1 | Sykur Nikmat dan Berlaku Ihsan (Q.S. Luqman 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah 83 serta hadits yang terkait) MATERI PEMBELAJARAN; PPT SYUKUR NIKMAT DAN BERBUAT IHSAN pdf VIDEO PEMBELAJARAN; SYUKUR NIKMAT | 2 | Iman Kepada Qada dan Qodar MATERI PEMBELAJARAN; PPT IMAN KEPADA TAQDIR pdf VIDEO PEMBELAJARAN: IMAN KEPADA QADA DAN QADAR | 3 | Hukum Waris Dalam I...

RASUL MANUSIA PILIHAN

Tanggal di kalender menunjukan 27 September 2022 bertepatan dengan 1 Rabi'ul awal 1444 H. Bertemu kembali dengan bulan Rabi'ul awal. Bulan ini memiliki kesan yang spesial bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Di beberapa daerah, lebih terkenal dengan sebutan bulan Maulid atau Mulud. Di bulan inilah, tepatnya tanggal 12, Nabi Muhamad saw dilahirkan oleh ibunya yang bernama ibunda Aminah di Kota Mekah. Ada banyak kisah dan cerita terkait dengan peringatan maulid nabi ini. Umat Islam di penjuru dunia mengadakan kegiatan yang terkait dengan hari kelahiran nabi ini. Mulai dari komunitas muslim level terendah sampai level tertinggi. Dari tingkat RT di mushola dan masjid kecil sampai tingkat istana negara dan masjid besar, peringatan maulid nabi diadakan untuk mengenang perjalanan hidup nabi Muhammad tercnta. Sebuah kisah menyebutkan, ketika pasukan muslim sedang mengalami krisis motivasi dan semangat dalam berjuang dan bertempur melawan pasukan Nasrani dalam perang salib, maka s...