RIDHO
Suatu hari Qais menghadiri sebuah pesta hajatan. Layla menjadi petugas resepsi yang melayani tamu mengambil makanan.
Setiap kali Qais akan mengambil jatah hidangan, piring yang dipegang Qais dipecahkan oleh Layla, sehingga Qais harus mengantri lagi di belakang.
Perlakuan Layla ini justru membuat Qais senyum-senyum. Tidak ada protes, apalagi amarah yang keluar dari Qais. Kejadian ini berulang beberapa kali dan Qais tetap menebar senyum bahagia saat piringnya dipecahkan oleh Layla.
Melihat kejadian tersebut, orang-orang di sekitarnya bertanya kepada Qais:
"Qais, mengapa kamu tidak marah diperlakukan seperti itu oleh Layla?"
"Bukankah kamu barusan dipermalukan oleh Layla didepan orang banyak?"
Qais kemudian menjawab:
"Kalian salah, Layla tidak mempermalukan aku didepan orang. Juga tidak menyakitiku didepan umum."
"Justru Layla memberikan kesempatan lebih banyak kepadaku agar bisa melihat keindahan wajahnya lebih lama."
Kisah diatas adalah sepenggal cerita yang ada dalam novel "Layla Majnun" yang sangat terkenal karya Nizami Ganjavi.
Dari penggalan cerita tersebut, menggambarkan tentang cinta seseorang yang mampu merubah sudut pandang terhadap peristiwa yang terjadi.
Begitulah, orang yang sudah diselimuti oleh cinta. Baik buruk, senang susah ataupun sedih dan bahagia yang diberikan oleh orang yang ia cintai, senantiasa direspon baik.
Begitupun seorang hamba kepada Tuhannya. Apapun takdir yang diberikan, baik atau buruk, menyenangkan ataupun menyedihkan, tetap ia terima dengan senang hati. Ia sadar bahwa sesungguhnya Allah menyayanginya. Keburukan yang ia rasakan, bisa jadi ada kebaikan sesudahnya.
Ibarat jamu, pahit rasanya, namun manis khasiatnya untuk kesehatan tubuh.
Inilah hakikat ridho. Ridho adalah menerima segala ketentuan yang Allah berikan kepada manusia. Jika sudah didasari oleh cinta, tepatnya cinta hamba kepada Tuhannya, maka, ia akan ridho terhadap segala ketentuan yang menimpanya.
Tentunya kita berharap kepada Allah agar kita dijadikan oleh-NYA sebagai hamba yang ridho. Dan Allah SWT pun ridho kepada kita.
Aamiin...
#catatanabwah

Komentar
Posting Komentar